
Yogyakarta, 10 April 2026 — Universitas Atma Jaya Yogyakarta Kampus 2 kembali menghadirkan kegiatan praktikum yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa melalui demo alat survei dan pemetaan. Kegiatan ini menghadirkan demonstrasi alat SLAM RTK Alpha Geo Falcon X serta pendampingan penggunaan Total Station CHCNAV bagi mahasiswa Lab Transportasi dan Pemetaan dengan pelatihan dari tim Dinar Geoinstrument.
Demo ini menjadi momen penting karena mahasiswa tidak hanya menerima materi di ruang kelas, tetapi juga melihat langsung bagaimana teknologi pemetaan digunakan di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih nyata tentang proses pengukuran, pengambilan data, hingga penerapan alat dalam pekerjaan survei modern.
Kehadiran teknologi SLAM RTK dalam lingkungan kampus memberi pengalaman baru yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Mahasiswa dapat memahami bahwa dunia survei dan pemetaan terus berkembang, baik dari sisi kecepatan kerja, akurasi data, maupun efisiensi proses lapangan.
Kegiatan Demo SLAM RTK di Kampus Atma Jaya
Kegiatan Demo SLAM RTK Kampus Atma Jaya oleh Dinar Geoinstrument dirancang sebagai sarana pengenalan teknologi geospasial modern kepada mahasiswa. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada kemampuan Alpha Geo Falcon X dalam mendukung pemetaan lapangan secara lebih cepat dan praktis.

Mahasiswa dapat melihat langsung cara alat digunakan oleh tim ahli Dinar Geoinstrument, bagaimana data dikumpulkan, serta apa saja manfaat teknologi tersebut dalam pekerjaan pemetaan. Pendekatan ini membuat proses belajar terasa lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.
Tidak hanya menampilkan alat saja tentunya, namun kegiatan ini juga memberi ruang diskusi antara instruktur dan mahasiswa. Pertanyaan seputar fungsi alat, kondisi penggunaan di lapangan, dan hasil data yang diperoleh menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap teknologi survei dan pemetaan yang saat ini digunakan di berbagai proyek lapangan. Pengalaman langsung seperti ini membantu mahasiswa memahami hubungan antara teori, alat, dan praktik kerja yang sesungguhnya.
Manfaat bagi Mahasiswa
Mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Mereka dapat memahami alur kerja survei, mengenali fungsi alat secara langsung, dan membangun kesiapan teknis sejak dini. Kegiatan semacam ini juga memberi nilai tambah bagi mahasiswa yang nantinya akan terjun ke dunia kerja, penelitian, maupun proyek lapangan.
Demo Alpha Geo Falcon X sebagai Pengenalan Teknologi Pemetaan Modern
Alpha Geo Falcon X menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Alat SLAM RTK ini diperkenalkan sebagai solusi pemetaan yang mendukung mobilitas kerja dan efisiensi pengambilan data di lapangan.

Bagi mahasiswa sendiri, demonstrasi ini memberi pemahaman bahwa proses pemetaan kini semakin berkembang. Pengumpulan data tidak lagi selalu dilakukan dengan metode yang sama seperti sebelumnya. Teknologi baru hadir untuk menjawab kebutuhan pekerjaan yang lebih cepat, lebih fleksibel, dan tetap mendukung kualitas hasil yang baik.
Melalui sesi demo yang cukup pdat, mahasiswa dapat melihat bagaimana alat digunakan dalam pembelajaran yang langsung dipraktikan oleh tim Divisi Product Support Dinar Geoinstrument.
Kenapa SLAM RTK relevan untuk praktikum kampus?
Teknologi SLAM RTK cocok diperkenalkan dalam kegiatan praktikum karena memberi gambaran nyata tentang perkembangan alat survei masa kini. Kampus sebagai lingkungan pembelajaran menjadi tempat yang tepat untuk memperkenalkan inovasi semacam ini agar mahasiswa tidak tertinggal dari kebutuhan industri.
Pengenalan teknologi seperti ini juga membuka sudut pandang baru bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya memahami alat sebagai perangkat teknis, tetapi juga melihat perannya dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data spasial.
Pendampingan penggunaan Total Station CHCNAV
Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga mendapatkan pendampingan penggunaan Total Station CHCNAV. Sesi ini melengkapi demo alat SLAM RTK karena total station tetap menjadi instrumen penting dalam praktik survei dan pemetaan.

Pendampingan dilakukan agar mahasiswa memahami proses penggunaan alat secara benar, mulai dari persiapan, setup, hingga pengambilan data. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena ketelitian dalam survei tidak hanya ditentukan oleh alat, tetapi juga oleh prosedur kerja di lapangan.
Melalui sesi ini, mahasiswa belajar bahwa pengukuran memerlukan disiplin, ketepatan, dan pemahaman teknis yang baik. Hal tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa saat menghadapi praktikum lanjutan maupun pekerjaan lapangan yang lebih kompleks.
Materi yang dipahami mahasiswa
Mahasiswa diajak memahami tahapan dasar dalam penggunaan total station, seperti centering, leveling, orientasi, dan proses pengukuran titik. Mereka juga melihat bagaimana pengukuran dilakukan dengan alur kerja yang sistematis agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Nilai pembelajaran dari sesi pendampingan
Pendampingan memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktik. Mereka tidak hanya melihat alat bekerja, tetapi juga memahami langkah-langkah penting yang harus diperhatikan saat berada di lapangan. Inilah yang membuat kegiatan praktikum menjadi lebih hidup dan lebih bermakna.
Kolaborasi Alat Modern dan Metode Pengukuran
Salah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah hadirnya dua pendekatan dalam satu rangkaian praktikum. Mahasiswa dikenalkan pada teknologi modern melalui Alpha Geo Falcon X dan tetap diperkuat dengan pemahaman dasar pengukuran melalui Total Station CHCNAV.

Kombinasi ini sangat baik untuk pembelajaran, karena mahasiswa tidak diarahkan untuk hanya mengenal alat terbaru, tetapi juga memahami pentingnya dasar-dasar survei yang tetap dibutuhkan di banyak pekerjaan lapangan. Sesi tanya jawab pun menjadi lebih hidup karena antusiasnya peserta.
Ringkasan kegiatan
| Komponen | Fokus Kegiatan | Manfaat Utama |
|---|---|---|
| Alpha Geo Falcon X | Demo alat SLAM RTK | Mengenalkan teknologi pemetaan modern |
| Total Station CHCNAV | Pendampingan penggunaan alat | Memperkuat dasar pengukuran lapangan |
| Praktikum mahasiswa | Penerapan langsung di lingkungan kampus | Meningkatkan pemahaman teknis dan aplikatif |
Dukungan untuk pembelajaran yang lebih aplikatif
Kegiatan seperti ini memberi manfaat ganda. Dari sisi akademik, mahasiswa lebih mudah memahami materi karena langsung melihat implementasinya. Dari sisi profesional, mereka mulai terbiasa dengan bahasa kerja lapangan, standar alat, dan ritme pengumpulan data yang sesungguhnya.
Ini penting karena dunia kerja tidak hanya menilai kemampuan teoritis, tetapi juga kesiapan teknis, ketelitian, dan kemampuan beradaptasi dengan perangkat yang digunakan di lapangan. Semakin cepat mahasiswa diperkenalkan pada teknologi aktual, semakin besar peluang mereka untuk lebih siap saat memasuki proyek riset, magang, maupun dunia industri.

Total Station CHCNAV CTS-112R4
Total Station CHCNAV CTS-112R4 adalah alat ukur profesional dengan akurasi tinggi, jangkauan luas, dan fitur modern untuk kebutuhan survei dan pemetaan. Dengan akurasi sudut 2 detik dan jarak pengukuran hingga 5000m dengan prisma, alat ini sangat cocok untuk berbagai aplikasi survei tanah, konstruksi, dan pemetaan profesional.
Untuk kebutuhan alat ukur lapangan lain, referensi layanan rental sewa total station juga bisa menjadi opsi bagi instansi atau tim proyek yang membutuhkan dukungan pengukuran secara fleksibel. Sementara itu, untuk solusi GNSS presisi tinggi, Anda juga dapat melihat produk GPS Geodetik Spherefix SP30 Pro sebagai alternatif perangkat yang relevan untuk kebutuhan survei dan pemetaan.
Bagi yang ingin memahami fondasi teknis GNSS presisi dan praktik geodesi lebih lanjut, sumber otoritatif seperti NOAA National Geodetic Survey layak dijadikan rujukan. Untuk konteks pengelolaan dan pemanfaatan data spasial dalam ekosistem pemetaan modern, referensi seperti Esri GIS mapping and spatial analytics juga sangat relevan.
Penutup
Demo alat SLAM RTK Alpha Geo Falcon X dan pendampingan penggunaan Total Station CHCNAV di Universitas Atma Jaya Yogyakarta Kampus 2 oleh tim ahli Dinar Geoinstrument menjadi langkah positif dalam mendukung kualitas pembelajaran mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan alat, tetapi juga memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik survei dan pemetaan yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Mahasiswa mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan dunia kerja. Mereka tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga memahami bagaimana alat digunakan, bagaimana data dikumpulkan, dan bagaimana proses lapangan dijalankan dengan baik. Inilah bentuk pembelajaran yang memberi dampak nyata bagi kesiapan mahasiswa di masa depan.
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞 WA/Telp: +62878-7521-4418 (Digital Marketing)
📩 Email: marketing@dinargeo.co.id
📍 Alamat: Komplek Karyawan DKI RT 12/02 Blok P1 No. 22, Pd. Klp., Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13450
Related Products
FAQ
Apa itu Demo SLAM RTK Kampus Atma Jaya?
Demo SLAM RTK Kampus Atma Jaya adalah kegiatan pengenalan alat survei dan pemetaan modern di Universitas Atma Jaya Yogyakarta Kampus 2. Kegiatan ini menampilkan demo Alpha Geo Falcon X dan pendampingan penggunaan Total Station CHCNAV untuk mendukung praktikum mahasiswa.
Apa manfaat kegiatan ini bagi mahasiswa?
Kegiatan ini membantu mahasiswa memahami penggunaan alat secara langsung, mengenal proses kerja lapangan, serta menambah wawasan tentang teknologi survei dan pemetaan yang digunakan di dunia profesional.
Mengapa Alpha Geo Falcon X diperkenalkan dalam praktikum?
Alpha Geo Falcon X diperkenalkan agar mahasiswa mengenal teknologi pemetaan modern yang mendukung efisiensi kerja lapangan. Alat ini memberi gambaran tentang perkembangan metode pengumpulan data spasial yang semakin praktis.
Kenapa Total Station CHCNAV tetap penting dipelajari?
Total station tetap penting karena menjadi salah satu alat dasar dalam pekerjaan survei. Mahasiswa perlu memahami penggunaannya agar memiliki fondasi teknis yang kuat dalam pengukuran lapangan.
Apakah kegiatan seperti ini penting untuk dunia akademik?
Ya, sangat penting. Kegiatan demo dan pendampingan alat membantu kampus menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif. Mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi riset, praktikum lanjutan, dan kebutuhan industri.





