
Receiver survey modern tidak lagi bergantung pada satu kelompok satelit saja. Saat surveyor bekerja di area terbuka, koridor jalan, tambang, atau kawasan perkotaan, semakin banyak satelit yang dapat digunakan berarti peluang posisi stabil semakin besar.
Itulah mengapa pembahasan 4 Jenis GNSS penting untuk tim yang ingin memahami spesifikasi alat. GPS masih sangat populer, tetapi ada sistem lain seperti GLONASS, Galileo, dan BeiDou yang juga berperan dalam pengukuran lapangan.
Dengan memahami karakter masing-masing sistem, pengguna tidak sekadar membaca daftar konstelasi pada brosur, tetapi tahu bagaimana multi-GNSS membantu pekerjaan RTK, statik, PPK, dan survey topografi.
Apa saja 4 jenis GNSS utama?
Empat sistem GNSS yang paling sering dibahas dalam konteks receiver survey adalah GPS dari Amerika Serikat, GLONASS dari Rusia, Galileo dari Uni Eropa, dan BeiDou dari Tiongkok. Semuanya menyediakan sinyal satelit yang dapat dimanfaatkan receiver sesuai kemampuan perangkat dan dukungan frekuensinya.
Selain empat sistem tersebut, ada juga sistem regional atau augmentasi seperti QZSS dan SBAS. Namun, ketika orang menyebut 4 jenis GNSS, biasanya fokusnya adalah empat konstelasi global yang memberikan cakupan luas untuk positioning.
Rangkuman edukatif mengenai sistem navigasi satelit dapat dilihat di ESA Navipedia tentang Global Navigation Satellite Systems.
Ringkasan sistem GNSS
| Jenis GNSS | Asal sistem | Manfaat untuk survey |
|---|---|---|
| GPS | Amerika Serikat | Sistem paling dikenal dan menjadi dasar banyak workflow positioning |
| GLONASS | Rusia | Menambah ketersediaan satelit pada receiver multi-konstelasi |
| Galileo | Uni Eropa | Memberi sinyal modern yang berguna untuk receiver terkini |
| BeiDou | Tiongkok | Memperluas opsi satelit terutama pada perangkat multi-GNSS |
| Sistem pendukung | Regional/augmentasi | Membantu availability dan integritas pada kondisi tertentu |
Manfaat multi-GNSS terasa ketika receiver mampu menggabungkan sinyal tersebut secara efektif. Jumlah satelit yang lebih banyak dapat memperbaiki geometri, mempercepat solusi, dan membantu saat sebagian langit tertutup.
Pengaruh multi-GNSS terhadap pekerjaan lapangan
Pada pekerjaan RTK, multi-GNSS dapat membantu rover memperoleh fixed solution lebih cepat, terutama di area yang tidak sepenuhnya terbuka. Pada pekerjaan statik, tambahan observasi dapat memberi dataset yang lebih kaya untuk diproses, meskipun kualitas akhir tetap bergantung pada software dan prosedur pengolahan.
Namun multi-GNSS bukan obat untuk semua masalah. Di bawah atap, di dalam bangunan, atau dekat permukaan reflektif, sinyal tetap bisa terganggu. Receiver yang baik tetap harus digunakan dengan metode yang benar, titik kontrol, dan verifikasi lapangan.
Cara membaca spesifikasi receiver
Saat melihat spesifikasi, jangan hanya mencari tulisan GPS, GLONASS, Galileo, dan BeiDou. Periksa frekuensi yang didukung, format koreksi, kompatibilitas controller, kemampuan RTK/PPK/statik, dan pengalaman pengguna di medan yang mirip dengan proyek Anda.
Jika pekerjaan berada di area luas dan terbuka, sebagian besar receiver geodetik modern dapat bekerja sangat produktif. Jika pekerjaan berada di kawasan urban atau industri padat, pilih perangkat yang kuat dari sisi antena, algoritma, dan dukungan multi-konstelasi.
Wilayah Layanan Dinar Geoinstrument di seluruh Indonesia
Agar pekerjaan survey tidak berhenti hanya karena lokasi proyek berpindah kota, layanan Dinar Geoinstrument menjangkau berbagai wilayah industri, konstruksi, tambang, pelabuhan, hingga kawasan pengembangan kota baru di Indonesia.
| Wilayah industri | Kota dan area layanan | Kebutuhan survey yang umum ditangani |
|---|---|---|
| DKI Jakarta & Banten | Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Tangerang, Tangerang Selatan, Cilegon, Serang | pemilihan konstelasi satelit yang stabil |
| Jawa Barat | Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Cimahi, Karawang, Purwakarta, Cirebon, Sukabumi | dukungan multi-konstelasi untuk proyek industri |
| Jawa Tengah & DIY | Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Magelang, Cilacap, Tegal, Pekalongan, Kudus | penguatan kualitas data di area padat |
| Jawa Timur, Bali & Nusa Tenggara | Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, Pasuruan, Kediri, Denpasar, Mataram, Kupang | kompatibilitas receiver dan software |
| Sumatra | Medan, Batam, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, Banda Aceh | edukasi tim lapangan mengenai sistem satelit |
| Kalimantan & Sulawesi | Pontianak, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palangka Raya, Makassar, Manado, Kendari, Palu | survey di area terbuka dan koridor panjang |
| Maluku & Papua | Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Timika, Merauke | pemanfaatan multi-GNSS di wilayah timur |
Rekomendasi perangkat dan dukungan lapangan
Pemilihan perangkat perlu mengikuti kebutuhan akurasi, durasi pengamatan, dan kondisi medan. Untuk pekerjaan RTK harian, GPS Geodetik HI Target v200 RTK dapat dipertimbangkan sebagai solusi lapangan, sedangkan GPS Geodetik HI Target v30 Plus RTK relevan untuk tim yang memerlukan receiver praktis dengan dukungan survey geodetik.
Pada area yang membutuhkan pemetaan cepat, dokumentasi tiga dimensi, atau pekerjaan yang menuntut mobilitas tinggi, Hi Target v700 SLAM RTK dan HI Target-v700 slam rtk dapat melengkapi workflow. Untuk kebutuhan tambahan di area Jakarta, layanan rental sewa total station jakarta juga membantu ketika proyek membutuhkan total station sebagai pembanding atau pengikat detail.
Konsultasikan Kebutuhan Survey Anda
📞WA/Telp: +62878-7521-4418 (Digital Marketing)
📩 Email: marketing@dinargeo.co.id
📍Alamat: Komplek Karyawan DKI RT 12/02 Blok P1 No. 22, Pd. Klp., Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13450
Related Products
FAQ
Apakah 4 jenis GNSS wajib aktif semua?
Tidak selalu. Aktivasi tergantung receiver, firmware, lisensi, dan metode. Namun, menggunakan lebih banyak konstelasi biasanya membantu availability sinyal.
Apakah GPS lebih penting daripada sistem GNSS lain?
GPS tetap sangat penting dan banyak digunakan, tetapi receiver modern memanfaatkan sistem lain untuk meningkatkan stabilitas dan fleksibilitas pengukuran.
Apakah multi-GNSS menjamin hasil sentimeter?
Tidak. Hasil sentimeter membutuhkan metode presisi seperti RTK, PPK, atau statik, koreksi yang benar, dan kontrol kualitas lapangan.





